Sakit adalah kondisi yang tiada siapapun yang menginginkannya. Setiap orang mesti ingin selalu sihat dan berupaya menjaga kesihatan. Namun, sakit kadang-kadang mesti diterima sebagai takdir dan dugaan. Setiap Muslim wajib percaya Allah SWT yang menurunkan penyakit, dan hanya Dia yang Maha Kuasa menyembuhkan.
Rasulullah SAW bersabda,"Berubatlah, Allah tidak mengadakan penyakit melainkan telah diadakan ubatnya, kecuali satu penyakit." Sahabat bertanya,"penyakit apa?" Dijawab,"Penyakit oleh usia tua." (Hadith Riwayat Ahmad)
Sakit yang menimpa manusia mengandungi hikmah di sisi Allah SWT. "Setiap dugaan apapun yang menimpa seorang Muslim, sampai sebuah tusukan duri, adalah kerana salah satu dari dua sebab, yakni kerana Allah hendak mengampuni kesalahannya yang tidak dapat diampuni melainkan dengan dugaan itu, atau Allah hendak memberi suatu kemuliaan yang tidak dapat dicapainya kecuali melalu dugaan itu." (Hadith Riwayat Ibnu Abi Dunya)
Islam mewajibkan berubat apabila sakit. Sementara seorang doktor diwajibkan mengubati pesakit. Segala penyakit yang diderita seseorang tetap ada harapan untuk sembuh tentunya dengan izin Allah SWT, kecuali penyakit kerana gejala umur yang disebut syaikhukhah dan sakit menjelang ajal.
Seorang pakar patologi terkemuka England, Christine Galpin mengatakan,"ilmu pengetahuan sangat sedikit mengetahui tentang ketuaan dan kematian." Demikian pula dengan Imam Al-Qurthubi dalam kitabnya Tazkirah Rahsia Kematian mengatakan,'kematian adalah kafarat bagi seorang Muslim.'
Dalam pengertian tersebut, sakit yang diderita seorang Muslim menjelang akhir hayatnya dapat dipandang sebagai tanda Maha Kasih Allah SWT. Diriwayatkan dari Abu Nu’aim bahawa Rasulullah SAW bersabda,"sesungguhnya seorang Mukmin yang melakukan kesalahan lalu diperberatkan (sakitnya) pada saat kematian, nescaya kesalahannya itu dihapuskan. Seorang kafir yang melakukan kebajikan, dipermudahkan kematian sebagai balasan kebajikan yang telah dilakukannya."
Menziarahi dan mendoakan orang sakit sangat dianjurkan dalam Islam. "Bila kalian berada dekat orang sakit atau baru meninggal dunia, ucapkanlah yang baik-baik, kerana sesungguhnya malaikat akan mengaminkan apapun yang kalian ucapkan ketika itu." (Hadith Riwayat Muslim)
Selanjutnya patut diperhatikan maksud hadith berikut,"janganlah salah seorang kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan sedang berbaik sangka kepada Allah." (Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim)
Sumber : M Fuad Nasar, Mitra Ummat, Edisi 272 thn VIII
No comments:
Post a Comment