Thursday, April 26, 2012

Beristighfarlah.....



Orang-orang yang beriman mendapatkan pertolongan Allah untuk dapat memenuhi panggilan Bilal di waktu pagi. Hati mereka tenang dengan berzikir kepada Allah SWT. Lidah mereka selalu basah dengan pujian kepada Allah SWT. Mata mereka memandang dengan cinta. Mereka menjual darah mereka kepada Allah SWT. Mereka menunggu saat berkorban untuk Allah SWT. Mereka murahkan harga diri mereka demi berkhidmat kepada Allah SWT. Semua kelelahan Allah SWT dijalan keredhaan Allah SWT adalah peristirahatan.  Berjaga di waktu malam untuk memperhambakan diri kepada-Nya adalah sebuah kesempatan yang sangat dirindukan. Semua kelaparan demi-Nya adalah ghanimah atau harta.

Jika engkau melihat hamba dunia berbangga dengan wangnya, lalu berkata dan berteriak seperti serigala lapar, bercerminlah pada dirimu. Bila engkau diseru oleh mereka yang mencibirmu kerana engkau berjaga dan beribadah di waktu malam. Jika engkau dipanggil oleh orang yang lalai dari waktu berdekatan bersama Allah. Jika engkau diseru oleh mereka yang berat melakukan ketaatan. Yang berpaling dari sembahyang berjemaah. Bercerminlah dirimu. Sesungguhnya kita mempunyai kebaikan lebih dari mereka. Kehidupan kita penuh dengan keseriusan , tapi kehidupan mereka hanya hanya gurau permainan. Mereka selalu berada di wilayah yang menggelisahkan. Sedangkan kita berada di wilayah yang tidak mengenal gelisah. Setiap kali kita akan tergelincir, ada yang memperingatkan kita,"Bertaubatlah…..bertaubatlah."



Pernahkah engkau mencium wangi nafas orang-orang yang bertaubat?
Pernahkah engkau mendengar ada air yang lebih nikmat dari air mata orang-orang yang menyesal melakukan dosa?
Pernahkah engkau melihat pakaian yang lebih indah dari pakaian orang yang ihram?
Pernahkah engkau melakukan sembahyang dua rakaat dan menangis kepada Allah?
Kehidupan tanpa ruku’ adalah kehancuran. Usia tanpa air adalah kerugian. Kini kebenaran telah tiba. Kafilahnya telah datang. Mari, naiklah bersama kami dalam perahu keselamatan. Segeralah dan cepatlah melangkah agar engkau selamat dati kehancuran. Sejak engkau bangun dari tidurmu, engkau sudah berada dalam pertarungan melawan syaitan. Engkau sudah dalam kondisi jibaku melawan teman-teman yang buruk di dunia. Engkau melawan nafsu. Engkau bergelut dengan keinginan dusta dan khayalan yang tak tentu arah.

Bukalah catatanmu setelah fajar. Aturlah waktu harimu. Peliharalah agar engkau berada di saf pertama kerana itulah rumus perjanjian dan komitmen. Hafallah ayat-ayat Al-Quran, dua ayat, tiga ayat, atau lebih kerana itu bukti kecintaan dan keinginan. Perbaharuilah taubat dan ISTIGHFAR kerana itulah pintu penerimaan dan masuknya kebaikan. Tuntutlah ilmu yang berguna dan menunjukimu pada amal soleh kerana itulah ciri kebahagiaan. Berilah sedekah kepada orang miskin. Lakukanlah solat dua rakaat di waktu sahur. Dua rakaat di waktu Dhuha. Berdoalah kepada yang Yang Maha Mengetahui yang ghaib. Zuhudlah dalam menghadapi kehidupan yang fana. Berusahalah mencapai apa yang disisakan di akhirat. Allah SWT memerintahkan kita untuk BERISTIGHFAR setiap selesai melakukan amal soleh. Allah SWT berfirman kepada Rasulullah SAW menjelang akhir usianya;

 Apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan engkau melihat manusia masuk beramai-ramai. Maka ucapkanlah tasbih dengan memuji Tuhanmu dan BERISTIGHFARLAH kepada-Nya, sesungguhnya Dia maha menerima taubat.
(Surah An-Nasr, Ayat 1-3)

Rambu-Rambu Jambatan Bagi Hati
Betapa besarnya keperluan pada jambatan yang dapat menyambung pertalian cinta diantara hati kita. Agar kita menjadi ummat yang satu. Umat yang tulus dalam tujuan, yang kuat dalam keinginan, yang tinggi dalam semangat.
Berikut ini beberapa rambu untuk mewujudkan jambatan yang sangat kita dambakan itu :
1.       Kita semua harus berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW. Dan kita harus mempunyai visi yang sama semuanya, yakni memenangkan agama Allah dan memelihara agama ini.
2.       Toleransi, memaafkan, mengampuni semua kesalahan yang muncul dari salah satu saudara atau sahabat kita.
3.       Menghormati kemampuan, menghargai keistimewaan, tidak meremehkan usaha pihak lain dan menutupi kondisi mereka.
4.       Menyamakan musuh dan sasaran aksi kita untuk memerangi para musuh Islam, yang membunuh para Nabi, yang merampas tempat-tempat suci dan siapa saja yang setia kepada mereka.
5.       Melihat ragam masalah dengan kaca mata Rabbani dan secara universal. Menghindari sudut pandang terhadap suatu masalah yang sempit dan terbatas, menjauhi perhatian pada hal-hal kecil dan remeh-temeh.
6.       Bekerja untuk Allah, bukan untuk peribadi, keluarga, keturunan. Tidak ada yang menjadi orientation kecuali Allah Yang Maha Satu.
7.       Melihat sisi baik, baik dari individu dalam komuniti kita, dan berusaha menutupi kekeliruan.
8.       Bertahkim kepada syariat ketika perselisihan. Merujuk pada dalil bila terjadi pertikaian. Membuang hawa nafsu, tipu daya dan menghindari memenangkan diri sendiri.
9.       Waspada dari kedengkian yang pernah terjadi di kalangan ahli kitab sebelum kita.
10.   Tidak usah menghiraukan orang yang berambisi untuk menjadikan dirinya duduk sebagai pemimpin, menghindari orang yang memperturutkan hawa nafsunya, dan menjadi hamba syaitan yang ada dalam dirinya. Orang seperti itu adalah orang yang lalai, berpura-pura dan tidak peduli.

Sumber : Mitra Ummat Edisi 271 thn VII

No comments:

Post a Comment