I swear by the early hours of the day. And the night when it covers with darkness. Your Lord has not forsaken you, nor has He become displeased. And surely what comes after is better for you than that which has gone before. And soon will your Lord give you so that you shall be pleased.
Demi Waktu Dhuha. Dan malam apabila ia sunyi-sepi. (Bahawa) Tuhanmu (wahai Muhammad) tidak meningggalkanmu dan Dia tidak benci (kepdamu, sebagaimana yang dituduh oleh kaum musyrik). Dan sesungguhnya kesudahan keadaanmu adalah lebih baik bagimu dari permulaannya. Dan sesungguhnya Tuhanmu akan memberikanmu (kejayaan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat) sehingga engkau reda (berpuas hati)
[Surah Ad-Dhuha, Ayat 1 – 5]
Waktu Dhuha adalah salah satu waktu yang ALLAH SWT menyebutkan dalam Al-Quran dan bersumpah tentang perkara tersebut. Dia tidak akan menyebut dan tidak pula dijadikan sumpah kecuali pasti mempunyai hikmah yang tersirat dibaliknya. Dhuha bermaksud permulaan siang atau awal terbitnya matahari. Ia juga diertikan sebagai waktu siang, lawan dengan kata malam.
Di dalam Al-Quran, ALLAH SWT menjelaskan bagaimana waktu siang yang semestinya digunakan untuk mengerjakan aktiviti yang produktif, sebagaimana firman-Nya;
And We made the day for seeking livelihood.
Dan Kami menjadikan siang (dengan cahaya terangnya) masa untuk mencari rezeki.
[Surah An-Naba, Ayat 11]
Nabi Muhammad SAW pernah mendoakan orang-orang seperti ini, "Ya Allah, berikanlah keberkatan kepada umatku di waktu pagi mereka." (HR At-Tirmidzi). Kenapa waktu pagi? Kerana ia menjadi awal dimana aktiviti sepanjang siang akan kita mulai.
Pada waktu siang, Nabi Muhammad SAW mengingatkan mereka agar tidak terlena dalam pekerjaan mereka sehari-hari, menyempatkan waktu untuk mengerjakan solat dhuha. Sahabat Rasulullah Abu Hurairah berkata,"Rasulullah SAW pernah memberikan wasiat 3 hal kepadaku, iaitu puasa 3 hari di pertengahan bulan (Hijrah), Solat Dhuha, dan Solat Witir sebelum tidur." (HR Bukhari dari Abu Hurairah).
Allah SWT juga menjelaskan bagaimana waktu malam seharusnya digunakan untuk waktu beristirahat. Allah SWT berfirman;
He causes the dawn to break; and He has made the night for rest …..
Allah jualah yang menyingsingkan waktu Subuh (pagi) dan yang menjadikan malam untuk tinggal berehat …..
[Surah Al-An’am, Ayat 96]
Begitulah Allah SWT mengarahkan manusia untuk memanfaatkan pertukaran waktu dengan baik dan tepat. Disisi lain, Dia mengingatkan manusia supaya tidak terlena dalam pekerjaan sepanjang waktu siang, dan terlarut lena dalam istirahat pada sepanjang waktu malam. Pada waktu malam hari, Allah SWT membangunkan mereka agar tidak terlarut dalam istirahat mereka.
And during a part of the night, pray Tahajjud beyond what is incumbent you; maybe your Lord will raise you to a position of great glory.
Dan bangunlah pada sebbahagian dari waktu malam serta kerjakanlah sembahyang Tahajjud padaNya, sebagai tambahan bagimu; semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji.
[Surah Al-Isra’, Ayat 79]
Dari penjelasan diatas, Allah dan RasulNya ingin mengingatkan bahawa pekerjaan apapun yang dikerjakan manusia, disepanjang siang dan malam, seharusnya tidak mengaburkan kesedaran mereka terhadap Allah SWT. Dan sebaliknya, ibadah kepada Allah seharusnya tidak menghalangi mereka untuk bekerja.
Sumber : Mitra Ummat Edisi 268 thn VIII
Doa Selepas Solat Dhuha :





lagi sholat dimana tu bg?
ReplyDelete