Jika kita rasa mengantuk, secara
naluri mesti kita ingin memejamkan mata untuk tidur. Tidur merupakan keperluan
jasmani dan rohani kita. Setelah bangun dari tidur, badan kita pasti terasa
lebih segar. Itulah putaran kehidupan rutin kita iaitu mengantuk, tidur, bangun
dan beraktiviti yang merupakan nikmat kurniaan Allah SWT. Suatu sunatullah yang
telah dilekatkan pada penciptaan manusia.
Dan kami telah menjadikan tidur
kamu untuk berehat (Surah An-Naba’, Ayat 9)
Allah (Yang Menguasai
segala-galanya) Dia mengambil dan memisahkan satu-satu jiwa orang yang tidak
mati: dalam masa TIDURnya; kemudian Dia menahan jiwa orang yang Dia tetapkan
matinya dan melepaskan balik jiwa yang lain (ke badannya) sehingga sampai
ajalnya yang ditentukan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda
yang membuktikan kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir (untuk memahaminya.) (Surah Az-Zumar, Ayat 42)
Mati dan tidur mempunyai persamaan.
Jiwa orang yang mati dan jiwa orang yang tidur dipegang oleh Allah SWT. Betapa
tidak berdayanya kita sewaktu tertidur nyenyak. Tidak ada bezanya dengan orang
yang mati. Rasulullah SAW mengajarkan doa tidur :
Baginda juga mengajarkan doa bangun
tidur :
Doa di atas dengan izin Allah SWT
akan membuat orang dalam penjagaan-Nya dan ingat akan kematian. Kematian dapat
mendatangi kita bila-bila masa saja. Mungkin esok, mungkin lusa, atau mungkin
juga pada waktu kita sedang menikmati tidur. Umur kita dan bagaimana kita mati
adalah rahsia Allah SWT.
Kita harus selalu bersiap-siap
setiap saat agar waktu maut menjemput, dalam keaadan husnul-khatimah.
Mereka sentiasa mengambil sedikit
sahaja: masa dari waktu malam, untuk mereka tidur. Dan pada waktu akhir malam
(sebelum fajar) pula, mereka selalu beristighfar kepada Allah (memohon ampun.)
(Surah Az-Zariyat, Ayat 17-18)
Akhir malam adalah waktu yang
sangat istimewa untuk bermunajat kepada Allah SWT. Sangat disayangkan jika
kesempatan ini dilepaskan dengan tidur yang lelap berkepanjangan. Waktu yang
sangat tepat untuk qiamullail dengan mendirikan sembahyang tahajud di
keheningan malam dilanjutkan dengan tilawah Al-Quran sambil menunggu kedatangan
Subuh.
Kita perlu berusaha agar dapat
bangun di akhir malam. Menjelang tidur malam, kita niatkan mendirikan sembahyang
tahajud semata-mata mencari keredhaan-Nya.
Sumber : Mitra Ummat Edisi 270 thn
VIII


No comments:
Post a Comment