Wednesday, April 25, 2012

Tido..~ (Bukan Reloaded)


Jika kita rasa mengantuk, secara naluri mesti kita ingin memejamkan mata untuk tidur. Tidur merupakan keperluan jasmani dan rohani kita. Setelah bangun dari tidur, badan kita pasti terasa lebih segar. Itulah putaran kehidupan rutin kita iaitu mengantuk, tidur, bangun dan beraktiviti yang merupakan nikmat kurniaan Allah SWT. Suatu sunatullah yang telah dilekatkan pada penciptaan manusia.

Dan kami telah menjadikan tidur kamu untuk berehat (Surah An-Naba’, Ayat 9)

Allah (Yang Menguasai segala-galanya) Dia mengambil dan memisahkan satu-satu jiwa orang yang tidak mati: dalam masa TIDURnya; kemudian Dia menahan jiwa orang yang Dia tetapkan matinya dan melepaskan balik jiwa yang lain (ke badannya) sehingga sampai ajalnya yang ditentukan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir (untuk memahaminya.) (Surah Az-Zumar, Ayat 42)

Mati dan tidur mempunyai persamaan. Jiwa orang yang mati dan jiwa orang yang tidur dipegang oleh Allah SWT. Betapa tidak berdayanya kita sewaktu tertidur nyenyak. Tidak ada bezanya dengan orang yang mati. Rasulullah SAW mengajarkan doa tidur :

 (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Baginda juga mengajarkan doa bangun tidur :
 (Hadis Riwayat Bukhari)

Doa di atas dengan izin Allah SWT akan membuat orang dalam penjagaan-Nya dan ingat akan kematian. Kematian dapat mendatangi kita bila-bila masa saja. Mungkin esok, mungkin lusa, atau mungkin juga pada waktu kita sedang menikmati tidur. Umur kita dan bagaimana kita mati adalah rahsia Allah SWT.

Kita harus selalu bersiap-siap setiap saat agar waktu maut menjemput, dalam keaadan husnul-khatimah.

Mereka sentiasa mengambil sedikit sahaja: masa dari waktu malam, untuk mereka tidur. Dan pada waktu akhir malam (sebelum fajar) pula, mereka selalu beristighfar kepada Allah (memohon ampun.) (Surah Az-Zariyat, Ayat 17-18)

Akhir malam adalah waktu yang sangat istimewa untuk bermunajat kepada Allah SWT. Sangat disayangkan jika kesempatan ini dilepaskan dengan tidur yang lelap berkepanjangan. Waktu yang sangat tepat untuk qiamullail dengan mendirikan sembahyang tahajud di keheningan malam dilanjutkan dengan tilawah Al-Quran sambil menunggu kedatangan Subuh.

Kita perlu berusaha agar dapat bangun di akhir malam. Menjelang tidur malam, kita niatkan mendirikan sembahyang tahajud semata-mata mencari keredhaan-Nya.

 Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah sembahyang tahajud padaNya, sebagai sembahyang tambahan bagimu; semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji. (Surah Al-Israa’, Ayat 79)

Sumber : Mitra Ummat Edisi 270 thn VIII 

No comments:

Post a Comment